Jambi – Pelaksanaan proyek IJD Talang Duku – Simpang III Desa Kemingking Dalam terus berjalan dengan berbagai sorotan permasalahan. Kalau diawal soal keberadaan batching plant yang misterius, kini giliran pengecorannya yang disinyalir sarat masalah.
Berdasarkan dokumentasi lapangan yang diperoleh, pelaksana proyek IJD senilai Rp15 Milliar tersebut terkesan tidak menerapkan standar prosedur yang umumnya berlaku dalam konstruksi Bina marga.
Tampak bahwa pengecoran dilakukan tanpa disertai dengan uji sampel material khusus dilapangan. Macam uji balok persegi panjang hingga uji silinder beton.
”Itu ga bisa diabaikan, jadi kan disitu dia bisa mengetahui kualitas dari material dan kepadatan materialnya, dan itu hal yang umum di dunia konstruksi bina marga,” ujar salah seorang pemerhati konstruksi, Rabu 11 Februari 2026.
Sederhananya, uji balok persegi panjang beton adalah metode pengujian destruktif yang dilakukan untuk mengetahui kapasitas lentur, daktilitas, dan pola retak struktur beton bertulang
Biasanya dilakukan dengan pembebanan dua titik (two point loading) untuk mengukur beban ultimit, lendutan, dan retakan.
Hal itu penting, demi memastikan area tengah mengalami momen konstan, beban maksimum yang dapat ditahan,
Seberapa besar balok melengkung di bawah beban, hingga retak rentur dari struktur beton.
Satu lagi yang tak kalah penting, uji silinder beton yakni metode standar untuk mengukur kuat tekan beton dengan membebankan gaya tekan hingga hancur menggunakan mesin Compressive Testing Machine. Pengujian ini memastikan kualitas beton sesuai standar struktur, biasanya dilakukan pada umur 7, 14, atau 28 hari setelah melalui proses perawatan.
Beton segar yang dipergunakan untuk bahan jalan, dicor ke dalam cetakan silinder standar. Dengan tujuan mengukur kekuatan beton, mengevaluasi kinerja, memastikan kesesuaian dengan standar teknis, dan menghindari kegagalan struktur. Metode ini diakui secara internasional.
”Ketiadaan barang itu dalam pelaksanaan, harusnya jadi perhatian konsultan dan Satker I. Ya kalau kita mau bicara kualitas,” ujarnya.
Dtengah segala persoalan IJD dengan masa pelaksanaan 120 hari kerja tersebut. Warga setempat, yang awam terhadap seluk-beluk dunia konstruksi hanya bisa berharap bahwa Jl Pelabuhan Talang Duku – Sp III Desa Kemingking Dalam digarap dengan sebaik-baiknya.
”Iya, inikan mobilitas padat sini, banyak truk-truk besar lalu lalang. Jangan sampe nanti ini jalan cuman seumur jagung,” ujarnya.
Pemerhati konstruksi pun kembali menyoroti mutu pekerjaan rigid beton tersebut. “Ini (mutu) patut dipertanyakan, dan lucunya lagi di lapangan ditemukan pengawas dari pihak konsultan membiarkan hal ini terjadi,” katanya.
Dimana vibrator yang berada di lokasi dinilai hanya untuk memenuhi persyaratan, sebab tidak digunakan lagi akibat tingkat keenceran material campuran beton.
”Pertanyaannya, mungkinkah ini bisa di lalui dalam waktu 7 hari? Nanti silahkan dibuktikan.” katanya. (*Tim).
Bermasalah dari Awal! Tengoklah Proyek IJD Talang Duku – Sp III Desa Kemingking Ini Coba…












