Apa Fungsi AS Menggagas BoP Kalau Intervensi dan Ekspansi Politik Rerus Terjadi?

Jambi – Membela Iran dalam momen ini bukan persoalan mazhab atau ajaran. Tapi kita sedang mempertanyakan konsistensi dunia barat dengan perjanjian yang ada. Terutama mempertanyakan ulang keberadaan Board of Peace (BoP) sebagai organisasi perdamaian antar negara di dunia.

Tentunya, kita tidak mau terhegemoni oleh barat. Terutama dengan AS. Gerakan kontrahegemoni yang dilakukan oleh Iran bisa menjadi contoh bagi kita untuk melepaskan diri dari jeratan hegemoni barat yang cenderung mengarah pada sekularisme dan feodalisasi negara lain dengan dalih menyamakan kepentingan. Dilihat dari polanya, Board of Peace adalah penjajahan atas nama kedamaian. Kenapa bisa ?

Baca Juga:  Arus Lalu Lintas Jelang Natal di Jambi Kondusif, Polisi Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Kita menyaksikan bersama beberapa waktu ini apa yang terjadi pada dunia. Kita tahu sejauh apa AS kontra dengan Iran. Kita melihat serangan AS dan Israel kepada Iran, lalu dibalas oleh Iran dengan menyerang pangkalan militer Iran yang berada di Timur tengah. Bagaimana kita melihat situasi ini? Jangan sampai terjadi standar ganda. Negara Iran tidak ‘menyulut api’ di awal.

Tidak lama setelah itu, keluar pernyataan dari Donald Trump bahwa ia sedang berupaya ikut serta dalam memilih pengganti pimpinan tertinggi Iran pasca wafatnya Sayyid Ali Khamenei. Selain itu, ia menganggap wafatnya Khamenei adalah kemenangan.

Baca Juga:  Proyek Jalan Rp6 Miliar Lebih Disorot, SPEAK Jambi Desak Kejagung Periksa PUPR Sarolangun

Secara aturan bernegara, apa ada hak AS untuk ikut campur? Tidak ada. Iran negara merdeka. Setiap negara merdeka berhak menyelesaikan persoalan negaranya sendiri dengan caranya. Bilateral? Tidak ada hubungan bilateral apapun Iran dan AS.

Sementara ingin membantu negara lain, Trump dipandang belum mampu mengatasi persoalan-persoalan di negaranya sendiri. Persoalan yang paling mudah dicari adalah ketertimpangan ekonomi. Boleh dicari, seberapa besar angka ketertimpangan masyarakat menengah ke atas dan ke bawah di AS ? Data menunjukkan 1 : 90. 1% penduduk terkaya memegang kekayaan hampir sama dengan gabungan 90% penduduk terbawah. Tentu ini gap yang sangat besar.

Baca Juga:  Anggaran Operasional DPRD Sarolangun Disorot, SPEAK Jambi Minta Kejagung Turun Tangan

Selain daripada itu, intervensi dan ekspansi politik internasional AS terlalu memuncak sampai pada hasrat yang tidak lagi rasional sebagai mitra antar negara. Pola ini sudah mirip penjajahan dan penaklukan. AS sebagai pelopor Board of Peace (BoP) yang bertujuan menjadi ‘mesias’ (juru selamat) justru jadi yang paling mengganggu ketertiban dunia saat ini.

Hemat kami, BoP hanya koalisi baru untuk mewujudkan ambisi AS yang lebih besar lagi. Kita lihat dan baca bersama. Itulah yang sedang berlangsung sekarang. (*)