Klaim Gubernur Soal Kepulangan Korban Pekerjaan Scam Kamboja Rupanya Tidak Benar, Andri dan Syehidi Masih Nunggu Ongkos Pulang

Jambi – Sampai saat ini, Andri Budi Sanjaya dan Syehidi masih tertahan di Kamboja. Dua warga Provinsi Jambi, korban penipuan lowongan kerja tersebut pun dibuat masih terus menunggu tindak lanjut nyata dari Pemerintah Indonesia khususnya Pemprov Jambi untuk kepulangannya.

‎Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi, Roda Pane pun menyayangkan klaim dari Gubernur Jambi Al Haris beberapa hari lalu ketika dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan, yang berbanding terbalik dengan kondisi sebenarnya.

‎”Kita sangat menyangkan, pak gubernur yang sudah berstatement memberi ongkos untuk kepulangan mereka, padahal tidak benar. Karna pengakuan mereka, belum berangkat karna belum ada tiket,” ujar Roida Pane, Selasa (17/3/26).

‎Menurut Roida, informasi tersebut diperoleh setelah pihaknya berkomunikasi dengan kedua korban penipuan online tersebut. Dia juga sempat menanyakan awal mula Andri dan Syehidi terjerat dalam dunia gelap penipuan online di Kamboja.

‎Pengakuannya, semua berasal dari adanya lowongan pekerjaan yang muncul di media sosial. Kemudian komunkasi terjalin dengan calo, lalu berangkat ke Kamboja. Kenapa nekat? Alasannya pelik.

‎”Ya itulah bu karna (iming-iming) gaji tinggi. Kami disni pengangguran, ga ada kerjaa. Ya siapa yang ga tertarik?” katanya.

‎Kegagalan pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi para warganya pun jadi persoalan. Dan kini angan-angan pekerjaan dengan gaji besar di negeri Kamboja, malah beruntung jadi petaka.

‎Sudah ketiban sial, pemerintah provinsi Jambi seakan memberi harapan. Namun nyatanya cuman harapan kosong. Klaim Gubernur Jambi Al Haris membantu biaya tiket secara pribadi, ternyata bohong.

‎Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi pun kembali menekankan agar Gubernur meluruskan klaimnya sendiri untuk kepulangan Andri Budi Sanjaya dan Syehidi dan korban-korban penipuan online di Kamboja lainnya yang merupakan warga Provinsi Jambi.

‎”Kita sangat menyayangkan itu. Harapan kita apa yang disampaikan benar-benar ada tindak lanjutnya. Karna biar bagaimana pun ini juga dampak dari kegagalan pemerintah untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi warganya sendiri kan,” katanya. (*)

Baca Juga:  Anggaran Operasional DPRD Sarolangun Disorot, SPEAK Jambi Minta Kejagung Turun Tangan