Terkatung-katung di Penampungan KBRI Kamboja, Warga Jambi Ini Harap Bantuan Gubernur Demi Kepulangannya

Jambi – Andri Budi Sanjaya dan Chilva Shety Priyanka Elwani serta sejumlah pekerja migran korban penipuan (Scam) di Kamboja masih terus berharap bantuan dari pemerintah Indonesia Khususnya Pemerintah Provinsi Jambi, atau Pemerintah Kota Jambi.

‎Semua ikhwal klaim Gubernur Jambi Al Haris, yang menyatakan bahwa dirinya bakal membantu kepulangan ke-2 warga Kota Jambi yang telah terdata secara administrasi tersebut.

‎”Dua orang ini sudah siap administrasinya. Karena mereka keluarga dari Jambi, saya bantu secara pribadi untuk tiket pulang mereka ke Indonesia. Saat ini sedang dalam proses,” kata Al Haris, Senin lalu, (16/3/26) sebagaimana dikutip dari TribunJambi.com.

‎Nyatanya klaim tersebut tidak benar, hal ini dikonfirmasi langsung oleh korban scam yang sudah 2 bulan berada di kamp penampungan KBRI Kamboja, Andri Budi Sanjaya.

‎”Belum ada bang, belum ada. Saya tadi siang ke KBRI nemuin orang KBRI. Belum ada tiket untuk kami pulang,” ujar pria yang merupakan Warga Tanjung Pinang, Kasang, Kota Jambi itu, lewat telfon WhatsApp, Selasa krmarin (17/3/26).

‎Andri pun berharap betul bantuan langsung yang nyata dari Gubernur Jambi ataupun Walikota Jambi demi kepulangannya dan belasan korban-korban warga Provinsi Jambi lainnya.

‎Dia takut, lantaran pihak KBRI sendiri melayani ribuan korban scaming di Kamboja. “Orang KBRI sibuk semua bang, yang dihadapinya ribuan orang disini. Makanya kalau Gubernur kontak orang KBRI, ga keangkat. Saya ga pulang-pulang. Menderita nian disini bang,” ujarnya.

‎Korban scam Kamboja tersebut mengaku bahwa secara administrasi dirinya lengkap. Dia punya paspor yang diurus di Dumai, Riau ketika hendak berangkat ke Kamboja, sekira awal Januari 2026 lalu.

‎Kalau menurut pengakuan Andri, awalnya dirinya melihat info lowongan kerja di Facebook. Kala itu diiming-imingi pekerjaan di restoran dengan gaji mencapai 1000 dolllar per bulan. Dia pun tergiur dan lanjut komunikasi dengan calo.

‎Kala itu, lokasi pekerjaan tak jelas disebut. Hanya tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi. “Pokoknya ada yang nelpon, dia minta WA saya, dia nyiapin mobil. Jemput, pokonya kamu naik aja, katanya. Kita dijanjikan gaji 1000 dolar kerja di restoran. Tunya kerja scam,” katanya.

‎Andri berangkat lewat Dumai, dan mengurus paspor disana. Kmudian bertolak ke Malaysia. Hingga sampai ke Kamboja. katanya, awalnya mau lari, kabur gabisa. Dijaga ketat.

‎Satu bukan bekerja sebagai scammer, Andri pun berhasil kabur. Namun ia kini terkatung-katung tanpa kepastian bersama ribuan korban scam di tempat penampungan KBRI Kamboja.

‎”Saya berharap betul bang. Ada bantuan dari pemerintah, Gubernur atau Walikotalah khususnya. Saya pengen pulang bang,” katanya. (*)

Baca Juga:  Kejati Jambi Gelar Rakerda 2025, Pertegas Arah Penegakan Hukum yang Efektif dan Terencana