Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Warga Kompak Tolak Stokfile Batu Bara PT SAS

Jambi – Gelombang penolakan stokfile batu bara PT SAS kian menggema diacara road show buka bersama Barisan Perjuangan Rakyat (BPR) dan WALHI di perumahan Aurduri 2. Ratusan warga yang hadir kompak menolak sepenuhnya rencana pendirian stokfile.

Hal ini disampaikan warga RT 18 Heri usai menyaksikan langsung pemutaran film dokumenter dampak dan bahaya stokfile batu bara bagi warga terdampak usai buka puasa bersama di masjid Al Ikhlas yg terdiri dari RT 16,17,18 dan 19 desa Mendalo darat.

Bahkan kata Heri yang diamini oleh ratusan warga yang ikut buka puasa tersebut, siap bergabung bersama warga lainnya untuk melakukan aksi besar besar jika belum juga ada keputusan yang jelas dari pemerintah untuk memindahkan lokasi stokfile batu bara PT SAS.

Baca Juga:  Mobil Pelansir Terbakar, Pertamina Hentikan Operasional SPBU PT Hazarel Putra Sentana

“kami warga perumahan aurduri 2 siap bahu membahu berjuang menolak stokfile.
Dakdi cerito istilah cobo cobo, sangat jelas tadi kito nonton, kalau sangat besar bahayanyo untuk kesehatan masyarakat” ujarnya.

Karena itu, dirinya meminta BPR untuk langsung turun ke RT RT yang ada di perumahan Aurduri 2, agar melakukan penayangan langsung film dokumenter bahaya stokfile batu bara. Ini sangat penting lanjutnya, agar masyarakat tau dan bisa berdiskusi langsung untuk melakukan langkah penolakan yang lebih fokus dan terarah.

“kami minta pengurus BPR langsung datang ke RT RT kami yg ada disini. Kami siap mendukung sepenuhnya” katanya

Baca Juga:  Gedung Korup JCC Tak Kunjung Ada Tersangka, Mappan Desak Kejagung Asistensi

Hal senada disampaikan BPD desa Mendalo darat Zainal, bahwa dirinya berdiri bersama mendukung penolakan stokfile batu bara tersebut, karena ini berkaitan untuk generasi penerus, khususnya generasi muda, anak dan cucu ke depan. Pasalnya, dampak stokfile batu bara ini sangat membahayakan baik kesehatan, sosial bahkan kultur dan budaya masyarakat setempat.

Sementara itu, erpen bidang eksternal BPR mengatakan, tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk segera menyetop permanen rencana stokfile batu bara PT SAS. Selain penolakan yg begitu besar dari seluruh lapisan masyarakat, memang juga bertentangan dengan aturan khususnya RTRW kota dan provinsi Jambi.

“kita minta pemerintah berada bersama masyarakat, pindahkan stokfile batu bara PT SAS untuk kepentingan bersama. Baik untuk masyarakat dan juga baik untuk PT SAS” ucapnya

Baca Juga:  Bermula dari Teguran di Kelas hingga Berujung Kekerasan, Guru SMKN 3 Tanjungjabung Timur Dikeroyok Siswa

Sebab, lanjutnya, jika dipaksakan berdiri nya stokfile batu bara PT SAS ini, akan tidak baik untuk ke depannya, penolakan dipastikan akan terjadi secara masif, aksi akan terjadi dimana mana, sehingga menciptakan iklim yang tidak baik untuk pengusaha khusus nya PT SAS salam menjalankan usahanya.

“jangan dipaksakan lah. Kita kasian juga dengan perusahaan jika berusaha dengan kondisi tidak tenang dan kondusif. Mumpung biaya belum begitu besar biaya yang dikeluarkan, nanti kalau sudah terlanjur jadi kan kasian perusahaan. Sudah biaya besar tapi tidak bisa beroperasi karena setiap hari di demo oleh warga” jelas erpen (*)