Jambi – Dugaan penggunaan dana zakat untuk kegiatan Safari Ramadan Wakil Gubernur Jambi memicu sorotan publik. Isu ini mencuat setelah keluarga seorang warga kurang mampu mengaku tidak mendapat bantuan saat mengajukan permohonan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jambi.
Informasi yang dihimpun sebagaimana dilansir dari media Korankomando.com menyebutkan, peristiwa bermula ketika perwakilan keluarga Herman, warga yang mengalami luka bacok serius pada bagian tangan hingga mengenai tulang, mendatangi kantor BAZNAS Provinsi Jambi untuk meminta bantuan biaya pengobatan.
Korban saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Kota Baru dengan estimasi biaya mencapai Rp33 juta.
Namun, menurut pengakuan pihak keluarga, permohonan tersebut tidak dapat dipenuhi. Mereka mengklaim mendapat penjelasan bahwa dana BAZNAS sedang digunakan untuk mendukung kegiatan Safari Ramadan Wakil Gubernur Jambi.
Tak hanya itu, keluarga korban juga berupaya menemui Wakil Gubernur Jambi di kediamannya di kawasan Talang Bakung. Namun hingga malam hari, mereka mengaku belum berhasil bertemu dan belum memperoleh kejelasan terkait bantuan yang diharapkan.
Akibat keterbatasan biaya, korban akhirnya tetap menjalani perawatan dengan menggunakan jaminan identitas kependudukan. Pihak keluarga menyebut kondisi ekonomi mereka sangat terbatas, sementara luka yang dialami korban berpotensi mengganggu kemampuan bekerja di masa mendatang.
Dugaan penggunaan dana zakat untuk kegiatan Safari Ramadan tersebut menuai kritik, mengingat dana yang dikelola BAZNAS bersumber dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang diperuntukkan bagi mustahik atau penerima manfaat sesuai ketentuan syariah dan peraturan perundang-undangan.
Sementara itu Ketua Baznas Provinsi Jambi, M Amin belum merespons upaya konfirmasi yang dilayangkan tim awak media lewat WhatsApp pada Rabu (4/3/23) hingga berita ini terbit. (*)
Dana Zakat di Baznas Provinsi Jambi Disinyalir Malah Dipakai Buat Safari Ramadhan Wakil Gubernur, Rakyat Miskin yang Butuh Diabaikan, Parah!










